• Kembali ke menu utama
  • Kembali ke isi halaman
  • Kembali ke kotak penvarian
  • Kotak pencarian
    New Page 1

    Alamat

     

    Alfalah Darussalam

    Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

    Alamat:

    Jl. Raya Jepara Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

     

    KONSULTASI

     

    Contact/SMS/WA

    089 957 076 57 (Ustadz Ajib)

     

    BAGIAN PEMESANAN

    Customer Service I
    (Mh.Shodiq)

    Telp/SMS :

    089 680 708 282

    081 328 131 411

    Whatsapp :

    089 680 708 282

    Line :

    089 680 708 282

    BB Messenger : D4A6D2FA

    Email : membukabatin@gmail.com

    Customer Service II
    (Mutia)

    Telp/SMS :

    089 668 981 114

    085 784 305 056

    Whatsapp :

    089 668 981 114

    Line :

    089 668 981 114

    BB Messenger : D42902C8

    Email : membukabatin@gmail.com

    JAM KERJA

     

    Senin - Sabtu,

    Pukul : 08.00 - 16.00 WIB

     

    Menghitung Jumlah Dzikir

    Artikel Terkait » Menghitung Jumlah Dzikir

    Saat sedang berdzikir, kebanyakan orang menggunakan tasbih. Dari sekian banyaknya orang, ada yang memakai tasbih yang berbentuk tradisional berupa biji-bijian yang dibentuk kalung atau tasbih yang lebih modern yaitu tasbih digital, sebuah alat kecil yang hanya tinggal memencet dan akan keluar hitungan angka. Mungkin itu bukan hal yang aneh bagi kebanyakan orang, namun timbul perdebatan bahwa hal tersebut termasuk bid’ah.

    Bid’ah adalah sebuah perbuatan yang tidak pernah diperintahkan maupun dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw tetapi banyak dilakukan oleh masyarakat sekarang ini. Hukum dari bid’ah ini adalah haram.

    Tasbih dalam bahasa Arab disebut Subhah, yaitu butiran-butiran yang dirangkai untuk menghitung jumlah banyaknya dzikir yang diucapkan dengan lidah atau hanya dalam hati. Dalam bahasa sansakerta kuno, tasbih disebut jibmala atau hitungan dzikir.

    Ada pendapat berbeda tentang sejarah tasbih, ada yang mengatakan tasbih berasal dari Arab dan ada yang mengatakan dari India yang mulanya kebiasaan orang-orang Hindu. Semuanya terjadi sebelum zaman Islam. Hingga Islam datang dan memerintahkan pemeluknya untuk selalu berdzikir (mengingat) Allah swt.  Walau dzikir tidak diharuskan kapan dan berapa jumlahnya, namun ada beberapa hadist yang menganjurkan jumlah dan waktu berdzikir, misalnya seusai shalat fardhu yaitu membaca ucapan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar masing-masing 33 kali, kemudian dilengkapi Laa ilaaha illallahu wahdahu,,, sebanyak 100 kali.  Dengan begitu maka orang berdzikir tahu jumlahnya yang pasti.

    Zaman dahulu tasbih memang belum dikenal, tasbih baru dipergunakan orang mulai abad ke-2 hijriah. Nabi Muhammad menggunakan tangan kanannya untuk menghitung dzikir karena kelak tangan akan berbicara di hari akhir nanti. Menghitung dzikir dengan tangan kanan memiliki keutamaan :

    1. Merupakan petunjuk Nabi Muhammad saw.
    2. Menghitung dengan tasbih dapat membawa pada kelalaian. Banyak orang yang berdzikir dengan tasbih namun hatinya tidak berdzikir karena sudah merasa hitungannya tepat menggunakan tasbih. Padahal dzikir bukan masalah hitungan, namun hati pun ikut berdzikir, dengan menggunakan tangan maka kita akan lebih berkonsentrasi dalam berdzikir.
    3. Tasbih dikhawatirkan mendatangkan riya.  Banyak orang yang mengalungkan tasbih seolah-olah menunjukkan “lihatlah kami berdzikir”.  Hal tersebut memang tidak selamanya benar, namun kekhawatiran tersebut selalu ada, mengingat setan selalu menggoda dari banyak sisi.  Mudah-mudahan hal tersebut tidak benar dan malah berujung fitnah.  Naudzubillah.

    Oleh karena itu masih banyak yang memandang berdzikir menggunakan tasbih itu tidak baik walau sejak abad ke-5 Hijriah, penggunaan tasbih semakin meluas karena mempemudah dalam menghitung dzikir. Meluasnya penggunaan tasbih, karena banyak pendapat yang mengatakan hal tersebut tidak dilarang Nabi Muhammad SAW. Seperti yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Al-Hakim dan Thabarani, mengatakan :

    Bahwa pada suatu saat Rasulallah saw datang ke rumahnya. Beliau melihat biji kurma yang biasa digunakan oleh Shofiyyah untuk menghitung dzikir. Kemudian Rasulullah. bertanya; ‘Hai binti Huyay, apakah itu?‘ Shofiyyah menjawab; ‘Itulah yang kupergunakan untuk menghitung dzikir’. Rasulullah berkata lagi; ‘Sesungguhnya engkau dapat berdzikir lebih banyak dari itu’. Shofiyyah menyahut; ‘Ya Rasulallah, ajarilah aku’. Rasulallah saw. kemudian berkata; ‘Sebutlah, Maha Suci Allah sebanyak ciptaan-Nya’ ”. (Hadits shohih).

    Hadist tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw tidak melarang Shofiyyah menggunakan biji kurma untuk menghitung dzikirnya atau mengatakan harus berdzikir dengan jarinya. Nabi Muhammad saw hanya menyarankan untuk memperbanyak jumlah dzikirnya. Masih banyak hadist lain yang meriwayatkan bahwa para sahabat Nabi dan kaum salaf yang sholeh pun menggunakan biji kurma, batu kerikil, bundelan benang, dan sebagainya untuk menghitung dzikir mereka.

    Namun pertentangan tentang tasbih ini memang masih ada. Sebaiknya hal ini kembali pada inti dari dzikir itu sendiri. Dzikir adalah mengingat Allah dengan sepenuh hati, bukan hanya mengucapkannya sebanyak-banyaknya namun hati tidak tersentuh. Kekhusyukan dalam berdzikir tentulah lebih utama dari apapun. Niat kita memakai tasbih tentu bukan berdzikir pada tasbih, namun pada Allah swt.

    Masing-masing orang berbeda dalam mencapai kebaikan berdzikir, ada yang merasa lebih afdal menggunakan tangan kanan atau ada yang menggunakan tasbih.  Selama keduanya dilandasi niat yang baik dan membawa kekhusyukan, insya Allah dzikir kita diterima.  Manakah yang yang lebih baik, menghitung dzikir dengan jari atau menggunakan tasbih?  Hati kita sendiri yang bisa menjawabnya.

    CUSTOMER SERVICE

    Customer Service I (Mh.Shodiq)

    Telp / SMS:

    089 680 708 282 / 081 328 131 411

    WA / Line :

    089 680 708 282

    BB Mesengger

    D4A6D2FA

    Customer Service II (Mutia)

    Telp / SMS:

    089 668 981 114 / 085 784 305 056

    WA / Line :

    089 668 981 114

    BB Mesengger

    D42902C8